Dasar MongoDB Shell

Posted by Admin on 14 April 2018, 14:37 database, mongodb, nosql

MongoDB merupakan sebuah database yang memiliki konsep NoSQL. Istilah ini dapat diartikan secara awam dengan non relasional karena berbeda dengan MySQL yang merupakan RDBMS (relational database management system).

Ketika Anda membuat sebuah tabel di MongoDB, di dalam suatu kolom baris bisa terdapat baris lain yang tertanam (embedded document). Bahkan setiap baris data di tabel MongoDB dapat memiliki kolom yang berlainan dengan baris lainnya. Baris pertama bisa mempunyai 20 kolom, baris keseratus atau keseribu mungkin mempunyai 40 kolom.

Jika di RDBMS, kolom sebuah baris harus sama dengan baris yang lain atau bersifat fixed, tabel di MongoDB pun dapat dibuat selayaknya tabel yang ada di RDBMS.

Untuk mempelajari MongoDB, Anda harus mengenali beberapa keunikan MongoDB yang sudah dikenal:

  • Istilah table di MongoDB dinamakan collections
  • Istilah rows di MongoDB dinamakan documents
  • Setiap documents dapat berisi kolom yang berbeda dengan documents lainnya
  • Sebuah collections dapat membuat setiap documentsmemiliki kolom yang sama dengan membuat parameter capped menjadi true saat pembuatan collection
  • Query yang digunakan oleh MongoDB tidak menggunakan bahasa query seperti SQL, tapi menggunakan Javascript. Bahkan Anda dapat membuat semacam stored procedureyang ditulis menggunakan Javascript
  • Secara default setiap membuat documents baru, id dari documents tersebut akan tercipta otomatis. Jadi Anda tidak perlu membuat id sendiri jika membutuhkan id
  • dan masih banyak lagi

Untuk memulai menggunakan MongoDB Shell, pastikan terlebih dahulu service MongoDB sudah dijalankan.

Ada beberapa perintah yang disediakan MongoDB untuk mengoperasikannya, seperti perintah mongod (MongoDB Daemon) untuk membuat server dan mongo untuk masuk ke Shell MongoDB.

Untuk mengkatifkan service MongoDB, silakan buka terminal lalu ketikan perintah

mongod 

Untuk masuk ke Shell MongoDB, silakan buka terminal baru, lalu ketikan perintah

mongo

Menampilkan semua database

show dbs

Membuat database (collection), contoh database siswa

show akademik

Menghapus database

db.dropDatabase()

Insert data, membuat table sekaligus input data

db.siswa.insert(
    {
        "nama":"Arfian Hidayat",
        "alamat":"Jln. Semarang-Pati",
        "usia":"20"
    }
)

Menampilkan seluruh table (collection) dalam database

show collections

Melihat isi collection (table)

db.siswa.find()

Melihat isi collection dalam bentuk JSON

db.siswa.find().pretty()

Melihat isi collection hanya 1 record

db.siswa.findOne()

Menampilkan collection dalam id tertentu

db.siswa.findOne(
 {"_id" : ObjectId("56337621a5741ce990f98a12")}
)

Menghapus data dalam collection (remove)

db.siswa.remove({
    "_id" : ObjectId("56337621a5741ce990f98a12")
})

Mengupdate data dalam collection (update)

db.siswa.update(
    {"_id" : ObjectId("56337621a5741ce990f98a11")},
    {
     "nama" : "Azwar Anas",
     "alamat" : "Jln. Taubat Nasuha",
     "usia" : 15
    }
)

Menghapus collection/table (drop)

db.akademik.drop()

 

Referensi

https://docs.mongodb.com/manual/mongo/

https://www.codepolitan.com/pdkt-dengan-mongodb

http://timposu.com/perintah-dasar-mongodb/

http://billnode.blogspot.co.id/2017/03/tutorial-mongodb-basic-mongodb-shell.html