Install MongoDB di Mac OS X

Posted by Admin on 13 April 2018, 20:30 database, mongodb

MongoDB merupakan database open source berbasis dokumen (Document-Oriented Database) yang awalnya dibuat dengan bahasa C++. MongoDB sendiri sudah dikembangkan oleh 10gen sejak Oktober 2007, namun baru dipublikasikan pada Februari 2009. Selain karena performanya 4 kali lebih cepat dibandingkan MySQL serta mudah diaplikasikan, karena telah tergabung juga sebagai modul PHP.

Dalam konsep MongoDB tidak ada yang namanya tabel, kolom ataupun baris yang ada hanyalah collection (ibaratnya tabel), document (ibaratnya record). Data modelnya sendiri disebut BSON dengan struktur mirip dengan JSON. Contoh seperti berikut

{
"nama" : "budi",
"kontak" : {
"alamat" : "Jl. Mawar No. 15",
"kota" : "Jakarta",
"kodepos" : "12345",
"telp" : "081234567",
}
}

Kelebihan MongoDB

  1. Performa yang ditawarkan MongoDB lebih cepat dibandingkan MySQL ini disebabkan oleh memcached dan format dokumennya yang berbentuk seperti JSON
  2. Replikasi, adalah fitur yang sangat bermanfaat untuk backup data secara realtime. MongoDB sangat cocok digunakan untuk portal berita ataupun blog, namun belum cocok untuk digunakan pada sistem informasi yang berkaitan dengan keuangan karena MongoDB tidak mendukung transaction SQL
  3. Auto-sharding, merupakan fitur untuk memecah database yang besar menjadi beberapa bagian demi optimalisasi performa database. Penggunaannya sendiri sangat berguna ketika Anda memiliki website dengan database yang jutaan baris, sharding akan membantu memecahnya menjadi beberapa bagian
  4. MongoDB juga sudah mendukung C, C++, C#, Erlang, Haskell, Java, JavaScript, .NET(C# F#, PowerShell), Lips, Perl, PHP, Python, Ruby dan Scala
  5. Cross-platform, sehingga dapat digunakan di Windows, Linux, OS X dan Solaris
  6. Proses CRUD (Create, Read, Update, Delete) terasa sangat ringan
  7. Map/Reduce, akan sangat membantu ketika kita melakukan operasi agregasi. Dimana semua entry datangnya dari collection dan outputnya pun akan menjadi collection juga. Kalau di MySQL biasanya kita menggunakan query GROUP BY
  8. GridFS, spesifikasi yang digunakan untuk menyimpan data yang sangat besar

Install MongoDB

Pada tutorial ini saya menggunakan Homebrew untuk menginstall MongoDB karena lebih mudah. 

Setelah melakukan install Homebrew, jangan lupa update dengan perintah

brew update

Install MongoDB dengan perintah

brew install mongodb

Atau jika ingin install MongoDB dengan SSL bisa menggunakan perintah berikut

brew install mongodb --with-openssl

Selanjutnya buat direktori untuk menyimpan data MongoDB. Secara default data MongoDB disimpan di /data/db. Setting permission /data/db ke user yang Anda gunakan.

sudo mkdir -p /data/db
whoami
arfianhidayat
sudo chown arfianhidayat /data/db

Bila melakukan instalasi MongoDB via Homebrew, maka default direktori dari MongoDB adalah /usr/local/bin/

cd ~
pwd
/Users/arfianhidayat
touch .bash_profile
vim .bash_profile

Pada .bash_profile isikan code berikut

export MONGO_PATH=/usr/local/
export PATH=$PATH:$MONGO_PATH/bin

Setelah selesai, silakan retart terminal

Untuk menjalankan server ketik perintah

mongod

Untuk menjalankan mongoDB dari sisi client, silakan buka terminal baru lalu masukkan perintah berikut

mongo -version //cek versi MongoDB
mongo //menjalankan client MongoDB

Jika ingin menjalankan MongoDB dengan direktori data yang lainnya, dapat menggunakan opsi

mongo --dbpath /path

 

Referensi

https://docs.mongodb.com/manual/tutorial/install-mongodb-on-os-x/

http://bayusyafresalizdham.blogspot.co.id/2016/02/cara-instal-mongodb-di-os-x.html